Minggu, 29 Agustus 2010

Rumput-ku lebih hijau dari rumput tetangga



Padahal sejak mengenalnya 18 tahun yang lalu, sama sekali tidak terbesit di benakku untuk menyayanginya

Tetapi melihatnya terus menerus ada disampingku selama 9 tahun belakangan ini memberikanku rasa nyaman

Bersamanya aku bisa menjadi diriku sendiri, bisa melepas semua atribut duniawi yang sering kupakai

Bersamanya perasaan takut kehilangan jarang sekali aku rasakan, karena aku tahu dia akan selalu ada untukku

Melihat ke sekelilingku, aku bersyukur.. aku tidak perlu lagi memulai dari awal,

Dengan dia aku hanya perlu terus berjalan dan melihat apa yang sedang menunggu kita di belokan berikutnya

Dan kami akan selalu siap melewatinya

Seperti yang selama ini kami lakukan..

Bersamanya aku merasa punya sesuatu yang bisa kusombongkan, sesuatu yang membuat orang lain ingin memilikinya seperti aku.

Bersamanya aku merasa punya sandaran yang selalu mengikutiku kapanpun aku perlu

Aku tidak perlu lagi mencari

Dia sudah kutemukan

Sekarang tugasku hanya menjaga, menjaga dia agar tetap disampingku

Menjaga agar dia tetap bisa menerimaku apa adanya

Aku tidak akan pernah iri dengan yang orang lain punya,

Karena rumput di halaman-ku, lebih hijau daripada rumput lainnya…..

Special thanks to : Septa Arif Nugroho, an amazing human being

I love you piw, more and more each and every single day!

makan di Shabu Slim



Berawal dari “hawa” lapar karena puasa, saya dan pacar memutuskan untuk berbuka di restoran berkonsep All you can eat. Mulailah kami browsing tempat-tempat makan all you can eat di Jakarta sejak jam 2 siang.

Akhirnya pilihan kami jatuh kepada Shabu Slim. Penasaran dengan konsepnya yang berbeda dari resto all you can eat lainnya. Seperti namanya, menu yang jadi andalan disini adalah shabu-shabu. Namun konsep penyajiannya sangat unik, karena bahan-bahan segar yang masih mentah “datang” sendiri non-stop ke meja kita dengan conveyor belt layaknya restoran sushi. Jangan takut bosan dengan menu Shabu-shabu yang ada di sini, karena Shabu Slim juga menyuguhkan beraneka ragam sushi, nugget, soft drink, ice cream aneka rasa, dan konyaku jelly yang enaak banget.

Hanya dengan merogoh kocek Rp 181.600 (masih harga promosi) untuk 2 orang, saya dan pacar sudah bisa makan dan minum sepuasnya. Waktu 90 menit yang diberikan restoran ini tidak bisa saya habiskan. Baru 60 menit kami sudah menyerah karena kekenyangan.

Pilihan 3 saus yang unik dan enak dilidah menjadi nilai jual tersendiri. Apalagi saat kita memilih kuah sup yang akan digunakan untuk merebus shabu-shabu yaitu : kuah kaldu, kuah tom yam, dan kuah susu kedelai.Personal recomendation dari saya adalah saus merahnya yang sangat nikmat membuat mulut anda tidak akan berhenti mengunyah.

Waktu mau bayar di kasir, saya sempat kaget juga karena yang melayani adalah Ferry Salim (artis sinetron) ternyata dia adalah owner dari Shabu Slim :)

Resto Shabu Slim ini ada di Central Park lantai LG